Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sejumlah Desa Dinyatakan Hilang

Bandar Toto Macau — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh telah menimbulkan dampak kerusakan yang sangat parah. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa tidak hanya kerusakan infrastruktur yang terjadi, tetapi sejumlah permukiman dinyatakan hilang tersapu air dan material longsor.

Kabupaten-Kabupaten yang Terdampak Parah

Di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Sekerak, beberapa desa seperti Lubuk Sidup, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Sulum, dan Baling Karang dilaporkan hilang. Seluruh penduduk dari desa-desa tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman atau tinggal bersama kerabat.

Kondisi di Wilayah Lain

Nasib serupa menimpa wilayah di Aceh Utara. Di Kecamatan Sawang dan Langkahan, satu dusun di Desa Guci serta wilayah Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Dusun Rayeuk Pungkie juga dinyatakan hilang dari peta.

Di Kabupaten Nagan Raya, bencana yang melanda Kecamatan Kuta Teungoh dan Babah Suak menyebabkan Desa Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan sangat parah. Sebagian besar area permukiman di desa tersebut dilaporkan tidak tersisa.

Sementara itu, di Aceh Tengah, khususnya di Kecamatan Ketol dan Bintang, hanya tersisa beberapa rumah dengan kondisi rusak berat di Desa Bintang Pupara dan Kalasegi. Para penduduknya hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian.

Gayo Lues dan Pidie Jaya Juga Terdampak

Kabupaten Gayo Lues tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah korban terdampak yang cukup besar. Sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Pantan Cuaca, Blangkejeren, Tripe Jaya, dan Putri Betung dilaporkan hilang akibat kombinasi banjir dan tanah longsor.

Di Aceh Tenggara, tepatnya di Kecamatan Ketambe, satu dusun juga dinyatakan hilang. Kondisi memilukan serupa terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, dimana satu dusun di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, mengalami nasib yang sama.

Data ini menggambarkan skala kerusakan yang luar biasa dan mendesak perlunya penanganan serius, tidak hanya pada fase tanggap darurat tetapi juga rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang untuk masyarakat korban bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top